Interface PC untuk Komunikasi Moda Digital

Komunikasi pada Moda Digital membutuhkan beberapa alat pendukung, tentunya Radio dan Komputer serta Software. Komunikasi dengan menggunakan mode digital ini cukup menarik, berkomunikasi dengan mengetikan beberapa kalimat seperti kita chatting saja.  Hanya dengan running power 20W sudah bisa ber QSO dengan beberapa rekan-rekan amatir di seluruh penjuru dunia, dengan berbagai mode digital diantara nya adalah favorite mode adalah PSK dan RTTY.

interface digi mode1 

Berikut ini kita akan membicarakan perihal Interface dari Radio ke Komputer yang menjalankan Sofware Komunikasi Mode Digital. Sambungan ke PC iasanya dilakukan melalui Port Serial RS232 9 pin dengan konektor seperti pada gambar di bagian agak bawah. Perhatikan bahwa pin yang penting yang akan digunakan dalam rangkaian yang kita buat adalah pin Request To Send (RTS)Data Terminal Ready (DTR) dan Ground (GND). Dengan nomor pin 7 (RTS)4 (DTR) dan 5 (GND). Pada komputer era sekarang Port Serial digantikan dengan Port USB sehingga untuk itu kita memerlukan Converter USB to Port Serial RS232 9 pin yang banyak dijual dipasaran..

Komponen utama yang digunakan pada rangkaian ini adalah:

  1. Opto Coupler. Opto Coupler pada dasarnya adalah relay, tapi relay elektronik jadi tidak ada mekanik sama sekali. Disini digunakan 4N33, tapi kita mempunyai beberapa alternatif lain seperti TLP-521-2 atau PC817. Harga dari 4N33, TLP521-2 atau PC817 berkisar sekitar Rp. 2000-3000/buah di Glodok.
  2. Trafo Input 1:1 (600:600 Ohm).  Jika trafo 1:1 sulit didapatkan anda dapat menggunakan trafo umum IT191 yang dijual sekitar Rp.2000-5000/buah di Glodok.
  3. Komponen lain seperti variable resistor 5K Ohm, resistor 1K2 Ohm, 1N4148, 100pF, soket IC harganya sangat murah.
  4. Mic Connector. Harus disesuakan dengan Rig HF yang akan digunakan, harga untuk mic 8 pin untuk Rig ICOM sekitar Rp.10.000-15.000/buah di Glodok.
interface digi mode2    

Cara rangkaian ini sangat sederhana, bisa dibagi menjadi 3 (tiga) blok, yaitu Blok RIG->PC, Blok PC->RIG dan Blok RTS->RIG. Masing-masing bekerja sebagai berikut:

Blok RIG->PC
Yaitu digunakan untuk mensampling analog sinyal yang diterima oleh RIG sehingga bisa digitalisasi oleh sound-card pada PC, dengan menyambungkan output speaker (headphone) RIG ke input sound-card PC. Bila diamati dari berbagai jenis digimode interface yang ada, maka bisa dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu cara coupling dari RIG->PC. Cara paling sederhana dan konvensional yaitu dengan melakukan coupling capacitor, yaitu kedua perangkat dicoupling dengan sebuah kapasitor seri

Cara ini memiliki kelemahan, yaitu ada kemungkinan mengalirnya arus reverse dari body RIG ke PC. Nah, cara kedua digunakan untuk menghindari hal tersebut, plus menyesuaikan impedansi masing-masing perangkat ke 600 Ohm, yaitu dengan menggunakan coupling trafo 1:1 (600:600 Ohm). Cara ini saat ini yang paling banyak dipakai dan dianggap cukup aman. 

Blok PC->RIG
Yaitu bagian untuk memasukkan sinyal yang telah termodulasi (RTTY, BPSK atau SSTV) dari sound-card PC ke RIG, melalui input MIC RIG. Persis dengan teknik pada blok sebelumnya, menggunakan coupling trafo 1:1 (600:600 Ohm) atau jika sulit mendapatkannya bisa menggunaan trafo IT191 yang umum dan banyak tersedia di pasaran.

interface digi mode4
Trafo 600:600 for isolasi coupling 1:1

interface digi mode5
Trafo IT-191

Blok RTS PC->RIG
Blok RTS (Request To Send) ini adalah sebuah sinyal positive +5 Volt antara pin nomor 7 dan 5 (gnd) pada serial port RS-232 DB-9. Fungsi sinyal ini adalah untuk menggerakkan switch ON-AIR pada RIG, sehingga tepat beberapa saat sebelum sinyal termodulasi pada Blok PC->RIG dikirimkan, maka RIG diaktifkan, demikian juga bila sinyal termodulasi tersebut telah terkirim ke RIG semuanya, maka switch ON-AIR akan dimatikan beberapa saat kemudian dengan merubah tegangan RTS ini menjadi 0V.

Pengaktifan dan sinkronisasi dengan sinyal termodulasi di atas dilakukan oleh sebuah software seperti MixW, FLDigi, DigiPan, WinPSK, HamScope, MMTTY, dan masih banyak lagi. Mayoritas software tersebut bisa dipakai gratis. Berdasarkan pengalaman untuk FLDigi, cukup enak dipakai, namun hal ini adalah hanya masalah selera pengguna.

Kembali ke Blok RTS PC->RIG, beberapa teknik Coupling + Switch bisa dilakukan, diantaranya adalah dengan Drive langsung ke Relay, Drive dengan internal resistor (D,S) FET atau Transistor, atau dengan menggunakan Opto Coupler, semisal 4N25, 4N33 dan lain-lain. Dalam hal ini menggunakan teknik driving Opto Coupler. Seperti diketahui, bahwa rata-rata RIG switch ON-AIR-nya diaktifkan dengan cara men-short 2 pin, kalau pada TS430S yaitu pin 2 dan pin 8 dan pada FT-80C yaitu pin 6 dan pin 7 (silakan lihat user manual untuk RIG anda). Jadi pada saat sinyal RTS aktif (+5V), maka relay atau Opto Coupler aktif, sehingga keluaranya akan short, demikian sebaliknya saat OFF-AIR.

Perakitan Rangkaian dan Cara Penggunaan
Bisa menggunakan PCB lubang IC untuk mounting Trafo, beberapa capacitor dan Opto-Coupler, sementara hubungan kesemua socket yang ada digunakan cable audia stereo yang terdiri dari 3 serabut, dimana serabut shielding dihubungkan pada ground yang bersesuaian. Hal ini dilakukan untuk meminimisasi noise.

Untuk box sebaiknya menggunakan yang berbahan isolator (plastik). Ingat jangan sekali-kali menghubungkan Ground dari RIG dan PC, teknik coupling diatas dimaksudkan untuk memisahkan hubungan ini, bila anda menggunakan Box berbahan konduktor (logam), maka berarti anda menghubungkan ground PC dan RIG menjadi satu, artinya teknik pemisahan tersebut di atas sia-sia dan tidak berarti sama sekali.

Potensio pengatur level RX dan TX dilengkapi di box untuk memudahkan adjusting. Dengan demikian untuk Blok RIG->PC kita memiliki 3 (tiga) alternatif adjusting level, yaitu pertama di Potensio Volume RIG, kedua di Potensio Interface dan terakhir dalah di Mic-In Control PC, silakan diatur sedemikian rupa sehingga tidak over. Demikian juga Blok PC->RIG ada 3 pengatur level, pertama adalah Volume Control PC, kedua Potensio pada Interface dan terakhir Potensio pada Mic-Gain di RIG, sekali lagi atur jangan sampai sinyal termodulasi over, hal ini akan mengakibatkan QRM dan mungkin saja TVI.

interface digi mode3  

Untuk hubungan RS-232 9 pin dari PC ke Interface jika PC Anda tidak tersedia Port Serial maka bisa menggunakan USB to Serial Converter. USB to Serial Converter ini bisa dibeli di toko computer dan sebaiknya pilih yang memiliki kualitas yang baik dengan harga sekitar Rp.100 ribuan, karena berdasarkan pengalaman yang terlalu murah sering bermasalah dan mudah rusak.

Push to talk time (waktu bicara/kirim) di Komunikasi Moda Digital memerlukan waktu cukup lama, jadi sebaiknya posisi TX power maximal hanya 50% saja dari power yang tersedia, ini akan membuat lebih aman dari kemungkinan terjadinya kerusakan di Power RF Final anda.

Source:  http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Rangkaian_Interface_PC_untuk_Komunikasi_Digital_%26_CW
https://yd1chs.wordpress.com/2009/11/21/a-homebrew-quick-digimode-interface/ 
 

Pengunjung Online

Ada 20 guests online

Login Anggota